JALAN
PILIHAN (part 2)
INILAH
YANG TERPILIH
Dalam kehidupan ini, tidak sedikit langkah
kita terhenti oleh pertanyaan, mau seperti apa aku nantinya? Ketika pertanyaan
ini mulai menghinggapi seolah-olah dialog dalam diri kita pun dimulai. Seperti
apa masa depanku? Hari tuaku, setelah ku mati, apa yang akan terjadi? Dan
beragam model masa depan mulai terlintas satu-persatu. Ada yang membayangkan
dirinya sebagai seorang pengusaha sukses dengan segala fasilitas yang mewah,
menjadi seorang karyawan yang hidup sederhana dengan keluarga kecilnya, bahkan
sepintas lewat bayangan akan kondisi terburuk pun ikut bermunculan. Yang
manakah yang mengatarkan pada kebahagiaan?
“Yang namanya kaya (ghina’)
bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang
namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Sebagai seorang muslim, sudah ada landasan kita dalam
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kembalilah pada pedoman utama kita
yakni Al-Qur’an:
“ Ia (Al-Qur’an) merupakan
kitab suci yang tidak pernah tercampur dengan kebatilan dari mana pun dan tidak
ada sesuatu pun yang diragukan dari padanya”. (QS.
Al-Baqarah: 2)
Selanjutnya, rancangan kebahagiaan seperti apa yang akan
kita lakukan?
“Barangsiapa yang mengerjakan
amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka
sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS.
An Nahl: 97)
Sekarang sangatlah jelas bahwa ada jalan yang
telah Allah firmankan dalam kitab-Nya bahwa dengan petunjuk tersebut bisa
menjadi pilihan terbaik untuk meraih kebahagiaan hidup yang hakiki. Kebahagiaan
dimana? Ketika seorang hamba telah sampai pada ujung pengembaraannya, yaitu di
jannah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Namun seperti apakah rancangan perjalanan
hidup yang kita bisa rancang untuk mendapatkannya?
"Sesungguhnya
Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan
memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka
membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di
dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya
(selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu
lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."
(QS. Al-Taubah: 111)
Setelah
kita menetapkan langkah di atas sebagi pilihan untuk mencapai kebahagaan yang
hakiki, apakah dengan seperti itu tugas kita selesai dengan mudah? Sungguh
tidak. Setiap pilihan itu akan berbuah konsekuensi. Konsekuensi seperti apa?
Keridhoan manusia atau keridhoan
Allah.
“Apakah kamu
mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya
orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan
kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga
berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya
pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS.Al-Baqarah:214)
“Kamu sungguh-sungguh akan diuji
terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu
sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu
dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang
menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang
demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan”. (QS.Ali
Imran:186)
Tidak sedikit ujian akan menempa kehidupan
seseorang saat dia melewati jalan pilihan pada hal yang telah kita bahas di
atas. Tentu saja badai dan tempaan akan hinggap dalam kehidupan seorang mukmin.
Lantas, dengan uian yang menghampiri tersebut apakah seseorang akan dengan mudah
menyerah? Hal ini akan terlihat dalam kesungguhannya dalam menerima konsekuensi
jalan pilihan hidupnya. Karena sudah tentu ia menyadari bahwa ujian di dunia
tidaklah akan melebihi kapasitas kemampuannya.
“Dan orang-orang yang berhijrah
karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang
bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih
besar, kalau mereka mengetahui.” (QS. An Nahl: 41)
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain
dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat iti lebih
baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. Al An’am 32)
Pemahaman yang mendalam
akan seperti apa posisi dunia dalam memaknai kehidupannya saat melewati ujian
yang menghampiri juga merupakan poin penting untuk menguatkan langkah-langkah
seseorang untuk meraih jannah melalui jalan pilihannya.#OWOP pekan 6
#Rumbel Nulis
#IPP Sulsel